Monday, 13 July 2020

Kare Mbah Sul

Satu masakan legend yang tetap lekat di lidah saya dan belum ada tandingannya di mana-mana adalah kare Ibu. Anak-anak menyebutnya kare Mbah Sul.

Sewaktu saya kecil, setiap malam lebaran Ibu selalu menyajikan kare. Biasanya menu itu dipake untuk selamatan. Ayamnya pun istimewa, diambil dari kandang belakang rumah. Disembelih sendiri oleh Bapak. Tak hanya satu, menjelang lebaran banyak tetangga yang meminta tolong pada Bapak untuk menyembelihkan ayam mereka. Dan sebagaimana anak-anak pada umumnya, saya bersama adik-adik dan anak-anak lain begitu excited melihat ayam yang habis disembelih. Dilanjutkan melihat ayam dicabuti bulu-bulunya πŸ˜…

Waktu itu saya tak pernah berpikir, mengapa Bapak yang memiliki tugas khusus itu di kampung kami. Belakangan saya tahu, Bapak dipercaya karena dianggap orang alim. Kebetulan Bapak lulusan pondok dan staf Departemen Agama Kabupaten Malang, hehehe.

Sekarang, tak ada lagi pekerjaan memotong ayam. Meski Thariq pernah mendapat pelatihan saat bersekolah di sekolah agama UTM semasa kami di Malaysia dulu, tapi ilmu itu hanya sekali dipraktekkan yaitu saat diuji di depan Ustadz.

Sekarang jika kita ingin makan ayam kampung, mau yang jantan, betina atau dara, tinggal memesannya di Pak Sayur. Zaman memang sudah berubah, ya. Semakin banyak kemudahan 😍😍😍.

Bahkan di zaman sekarang ini, kare ayam Ibu bisa kunikmati setiap waktu hihihi. Ibu membantuku belajar membuat kari ayam sejak beliau tahu cucu-cucunya juga penggemar kari ayam beliau. Kuncinya satu: kencurnya agak banyak.

Maka, hari ini pun saya membuat kare ayam a la Mbah Sul. Berikut resepnya, yaa...


Bahan:
1 ekor ayam betina ukuran besar, dipotong-potong, cuci dan presto 15 menit, sisihkan.

Bumbu halus:

8 butir bawang merah
6 siung bawang putih
6 cabe merah buang biji
2 cm laos
satu jempol kencur
5 lembar daun jeruk
2 cm kunyit
1,5 sdt ketumbar bubuk
1/2 sdt merica

Bumbu lainnya:
salam
serai
3 cm laos dikeprek

Caranya:
1. Tumis bumbu halus, masukkan bumbu lainnya. Aduk-aduk sampai harum. Tambahkan gula dan garam secukupnya.

2. Masukkan ayam dan kaldu, aduk-aduk biarkan 10 menit. Tambahkan santan cair.

3. Masukkan santan kental, tunggu jangan sampai pecah.

4. Setelah mendidih, tambahkan potongan daun bawang dan gorengan bawang merah yang kita buat sendiri. Cicip rasa, sajikan.

Selamat mencoba yaaa...

Tuesday, 30 June 2020

Pizza Je- Bi

Sejak di Malang, saya seperti kehilangan kesaktian membuat kuih muih (baca: kue-kue, Melayu). Mungkin benar kata orang-orang, bahwa Indonesia itu surganya kuliner jadi kita tak perlu susah payah membuat sendiri karena segala dijual di luar sana. Tinggal pilih, rasa dan kualitas sesuai harga.

Bahkan meski kami semua ngumpul akibat pandemi ini, saya jaraaaang sekali membuat kue. Hingga seminggu ini Allah kembalikan semangat saya. Pertama membuat uli alias tetel. Ketan yang dibeli sekira setengah tahun lalu akhirnya dikukus juga, Alhamdulillah.

Dilanjutkan membuat tiwul ayu yang berhasil membuat semua ber'uwauw!

"Lama sangat mama ngga buat kue ini. Dulu di JB sering banget!" komen Ayah.

"Iya, akhirnya kue ini ada lagi!" komen Thariq.

"Waahhh Mama berhasil buat kue ini lagi!" Zaki pula.

"Makasih sudh membuat ini, ya Ma," giliran Farid.

Dan begitulah, tiwul ayu tak sampai dibagikan ke tetangga karena ternyata sudah sold out by own member πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Keesokan harinya Mama berhasil membuat sus vanila, 2 resep. Seperti sebelumnya, kue ini juga habis sebelum sore, hihihi.

Dan hari ini, saya berhasil membuat pizza dengan rasa seperti di JB dulu. Resep ini saya dapatkan dari Bu Tuti, kawan kami sesama istri pensyarah a ka dosen UTM. Dari Bu Tuti juga saya tahu bahwa aroma pizza didapat dari Italian Herb. Sebelumnya, di dapur selalu tersedia Italian Herb yang saya beli khusus di AEON JB. Bahkan ketika kami sudah pindah ke Malang, saya selalu membelinya ketika kami berkunjung ke JB. Tapi setahun ke belakang, saya mencampurnya sendiri, dari bumbu-bumbu kering yang saya beli di Giant atau Superindo. Alhamdulillah rasanya tidak jauh beda.



Nah, ini resep pizza legend itu yaa.

Hal pertama yang saya lakukan adalah blender dada ayam lalu disangrai hingga airnya habis. Selanjutnya membuat pizza base yaitu:


500 gram terigu segitiga biru
2 butir telur
200ml air hangat cenderung panas yang ditambahkan 1 sdt garam himalaya
1 sdm gula pasir
1 sachet fermipan
1 sdm margarin

Caranya:
Dalam wadah aluminium, masukkan terigu lalu tambahkan fermipan dan gula. Campur rata. Tambahkan telor di tengah-tengah, aduk-aduk. Tambahkan air sedikit-sedikit, uleni sampai tercampur. Tambahkan margarin. Adonan sedikit lengket, tidak apa-apa. Tutup panci dengan serbet basah, diamkan selama lebih kurang 1 jam.

Setelah 1 jam, kempiskan adonan dan bagi 3 atau 4 sesuai besar loyang. Pipihkan di pizzan pan.

Topping:

1 sdm saus delmonte
bawang bombay iris melintang jadi  bulat-bulat
1/3 paprika warna seadanya. Kali ini adanya warna kuning hehehe
Ayam cincang
Nanas potong sesuai selera, saya suka yang banyak nanasnya. Seger!

Setelah pizza siap sedia di pannya, kita oles secara merata kecuali bagian pinggirannya, dengan saus tomat. Lalu taburi Italian herb, ayam cincang, bombay, paprika, nenas, terakhir tutup dengan parutan keju.

Saat di JB kami dengan mudah mendapat mozarela kualitas bagus dengan harga terjangkau. Di sini agak mahal. Itulah sebabnya jika ada diskonan saya langsung ambil untuk persediaan. Tapi kali ini saya tidak punya, jadi manfaatkan saja keju cheddar yang ada πŸ˜πŸ˜‹

Oven selama 30 menit dengan suhu 190derajat celcius api atas bawah. Letakkan di rak paling bawah, ya. Setelah matang, potong menjadi 8.


Kali ini, Mama senaaang sekali karena Zaki habis banyak. Alhamdulillah. Semoga berkah ya Zaki sholeh 😍😍😍



Okay, selamat mencoba yaaa😘


Sunday, 28 June 2020

Bakwan a ka Bala-bala

Sejak zaman dulu hingga bulan lalu, aku tidak pernah sukses membuat bakwan, weci a ka bala-bala. Jika tidak lembek, terlalu keras, asin, tawar, atau masalah lain yang intinya tak pernah enak.

Menjelang lebaran, saat aku mengambil lontong di rumah Teh Nisa, aku dikasih bala-bala rasanya sedaaaappppp sekali. Pas banget buat buka puasa.
Beberapa hari kemudian, Teh Nisa mengirimi kami adonan bala-bala. MasyaAllah baiknyaaa. Mana diajarin pula resep dan tipsnya: jangan encer! πŸ˜„

Berbekal tips tersebut kuberanikan membuat bala-bala lalu mencatatnya dengan detail. Nahhh ini dia resep a la bude Ar yaa:

150 gram sayur campur: wortel. kubis, seledri, daun abwang, bawang india semuanya diiris-iris tipis
300 gram tepung cakra
460 ml air mentah

Bumbu halus:
5 siung bawang merah
3 butir bawang putih
1 sdt garam
1 sdt peres gula pasir
1/2 sdt merica

Semua dicampur sampai rata lalu goreng dengan minyak panas.

Sajikan bersama cabe atau petis yaa...


Nasi Mandhi Kesukaan

Saat kami silaturahim ke rumah Bu Terry di JB tahun lalu, kami disuguhi nasi mandhi lengkap bersama salad, sambal dan minuman. Rasanya sedap hingga menjilat jari, kata orang Melayu. Tak berhenti sampai di sana, beberapa hari kemudian kami ditraktir di resto Wadi Hana Elarabi. Sebuah resto Arab terkenal di tengah kota JB.




Dan kejutan terus berlanjut sewaktu kami diberi bingkisan berupa paket lengkap nasi mandhi: beras basmathi, aroma asap dan rempahnya. MasyaAllah, bahagia tak terkira.



Sejak saat itu, nasi mandhi menjadi salah satu menu andalan saya. Jika ada tamu, atau saat berkunjung ke rumah Ibu, saya membawanya. Bahkan ketika Farid khitan, salah satu sajiannya adalah nasi mandhi. Alhamdulillah 😍😍😍

Daannn, berikut resep dan langkah-langkahnya ya:

1. Cuci 700gram beras basmathi lalu rendam selama 30 menit. Tiriskan.

2. Selama beras direndam, masak daging kambingnya.

1 kg paha kambing diblansir lalu tiriskan.

Tumis dengan minyak dorang atau zaitun:
15 butir bawang putih utuh sampai keemasan
1,5 buah bombay ukuran besar yang sudah dipotong dadu, sampai bening
4 buah cabe hijau besar, sampai harum
Tambahkan 2 sdt rempah mandhi, aduk merata.
Tambahkan 1.5 sdt garam dan 1 sdt gula pasir, aduk-aduk.

Masukkan daging aduk rata, tambahkan air sampai daging terendam. Tambahkan 1 sdt aroma asap dan 1/2 sdt shafron. Aduk-aduk, tutup panci presto. Dari mendesis, masak 20 menit.

Masak nasi:

Tumis sesuai urutan bersama minyak zaitun atau dorang:

15 butir bawang putih utuh sampai keemasan
1,5 buah bombay ukuran besar yang sudah dipotong dadu, sampai bening
2 buah cabe hijau besar dan 1 buah paprika hijau, sampai harum
Tambahkan 1 sdt rempah mandhi, aduk merata.
Tambahkan 1.5 sdt garam aduk-aduk.
Tambahkan 1 sdm minyak sapi, aduk sampai harum.

Masukkan ke dalam rice cooker yang sudah berisi beras dan air. Tambahkan 4 sampai 5 sendok sayur ukuran besar air rebusan kambing mandhi. Tambahkan 1 sdt aroma asap, tutup rice cooker.

Setelah nasi matang, tambahkan shafron di 5 titik permukaan nasi. Tutup kembali biarkan selama 10 menit. Buka dan aduk sekenanya sehingga tercipta nasi dengan gradasi warna yang cantik.

Untuk sambalnya, rebus cabe rawit dan bawang putih lalu blender bersama sebatang daun ketumbar dan sedikit garam.



Salad:
1 kuntum iceberg lettuce, sobek-sobek
1 batang timun jepang, bagi 4 dan iris agak tebal
1 paprika merah, slice
1 buah bawang india iris tipis

Tambahkan 2 sdt gula, 1/2 sdt garam, 2 atau 3 sdm minyak zaitun, perasan 1/2 buah lemon dan lada hitam secukupnya. Aduk rata.



Nah, dagingnya bisa langsung dimakan atau dibungkus aluminium foil dan dibakar dalam oven.

Selamat mencoba. Salam dari Bude Ar πŸ˜€





Saturday, 27 June 2020

Bihun Goreng

Sudah lama sekali ingin menulis di blog ini lagi. Ya, sejak pertengahan Maret, anak-anak diliburkan karena pandemi yang melanda. Tak pernah kami duga sebelumnya jika kami akan melewati masa-masa bersama, selalu, di dalam rumah.

Exciting? Pastinya. Bayangkan, sejak akhir 2015 kami jarang sekali bersama.

Ayah mengajar di Bandung, setidaknya 400km dari rumah. Datang setiap 10 hari sekali, bertahan di rumah selama 5 hari dan begitu seterusnya. Abang dan Mas sibuk sekolah dari pagi sampai sore. Bahkan sejak masuk Smanti, Abang soooo busyyy. Diantar paling pagi dan pulang by Gojek paling malam: jam 8, 8.30 bahkan beberapa kali lebih malam dari itu. Selain sekolah, futsal, SKI, Abang juga les di GO. Terkadang dia juga ngopi bareng genkπŸ˜‚

Jadi sering-seringnya hanya Farid dan mama yang banyak menghabiskan masa di rumah ini. Itupun belakangan Farid mulai sibuk karate dan les English. Duh, budak kicik ini, suka sekali les katanya πŸ˜‹

Pokoknya akhir-akhir ini mama merindukan masa-masa saat terus bersama seperti di JB dulu.

Lalu tibalah masa pandemi ini. Ayah wfh. Abang dan adik-adiknya SFH. Mama speechless. Alhamdulillah ala kulli hal. Betapa Allah Mahalembut, mengabulkan ingin hati mama.

"Allah mudahkan Ayah menebus waktu, ya Ma. Hingga bisa bersama anak-anak dan Mama lagi," ujar Ayah suatu hari. Aku tersenyum.

Allahu Akbar!

Maka tiga bulan kemarin menjadi masa-masa yang tak akan pernah terlupakan. Saat-saat awal diwarnai dengan kesibukan menggila di dapur karena makanan cepat sekali habis πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
Mama pun mengeluarkan segala resep makanan agar seluruh anggota keluarga selalu semangat. Ayah memastikan persediaan buah tak pernah telat karena katanya buah bisa meningkatkan imunitas.

Alhamdulillah, masa pandemi ini segala bisa dibeli dengan mudah melalui pasar online. Paprika yang pernah sekilo 50 ribu mendadak menjadi 17ribu saja. Daging slice mudah didapat hingga bisa membuat beef teriyaki. Ikan kakap hitam mudah didapat. Daging Mbak Ami dan ayam kampung pun bisa didapat dengan wa. Mama juga mendapat link pemasok sayuran organik. Tukang sayur keliling pun siap dengan berbagai jenis sayur yang awalnya hanya Mama dapat di pasar Oro-oro Dowo.

Alhamdulillah... syukur pada Allah.

Salah satu pencapaian mama adalah berhasil membuat bihun goreng. Pencapaian? Iyaa, sebab selama ini selalu gagal wkwkwkw. Ok, berikut resepnya yaa.



Bahan:
1 pack bihun jagung. Yup, ternyata bihun jagung ini tahan banting. Tak mudah patah seperti bihun beras.
3 butir telur, buat orak arik
Sosis jika suka
Sayuran hijau: boleh pokcoy atau lainnya. Kadang Mama juga mengikutsertakan jamur, paprika dll 

Rebus bihun dalam air mendidih sampai lunak, tiriskan, siram di bawah air mengalir sampai bihun dingin.

Tumis:
3 atau 4 butir bawang putih geprek
1 atau 2 butir bawang merah iris
1 bawang bombay iris

Setelah bawang harum, masukkan garam, gula dan merica, aduk-aduk. Tambahkan kecap, saus tiram, saus tomat, kecap asin dan minyak wijen.Aduk-aduk, masukkan bihun,orak arik telor, bawang daun dan sayuran. Aduk rata. Cicip rasa.

Biasanya bagian ini Mama akan memanggil Abang. Mama males ngincip masakan sendiri hihihi.

Setelah semua pas, angkat dan sajikan dengan taburan bawang goreng dan seledri.

Friday, 6 March 2020

Lagu Lama dan Rencana Nasi Kerabu

Bagiku yang melow, mendengar lagu lama saja membuat air mata berurai. lagu-lagu Vina Panduwinata mengingatkanku pada Almarhum Bulik yang mirip si burung camar. Lek Roh, demikian kami memanggilnya, adalah adik perempuan Bapak satu-satunya. Al Fatihah 😒😒. Bulik sangat pemurah padaku dan Rikha. Tak jarang beliau mengajak kami jalan-jalan ke kota atau membawakan kami oleh-oleh yang kami suka. Aku pernah diberi hadiah kotak pensil mewah. Beranjak remaja gantian aku dan Rikha yang sering menginap di rumah Bulik di Bululawang. Hidup a la orang desa kata Lek Roh. Mandi di sungai, mencari selada air di umbul, atau jalan malam-malam sekadar mencari pangsit. Rindunya. Semoga Allah tempatkan Almarhumah di tempat terbaik di sisiNya. Diampunkan dosanya dan dilimpahi kasih sayangNya. Aamiin.

Saat Chrisye menyanyikan lagunya di Utube Asusku, ingatan melayang pada masa-masa awal aku merantau. Menjadi trainer kala itu, aku seringkali ke lapangan. Melatih maupun ikut pelatihan. Lagu Chrisye sangat membekas di hati saat Pelatihan Pelatih di Tasikmalaya. Hari itu hampir seluruh pelatih selindo berkumpul di sebuah hotel di Tasik, mengikuti ToT.
Pelatih LAPENKOP adalah orang-orang yang menyenangkan. Hidup begitu berwarna bersama mereka. Setiap waktu kami isi dengan kegiatan-kegiatan yang menimbulkan tawa. Aku yang introvert digembleng menjadi seorang yang terbuka di sana. Diajarkan untuk mudah bergaul dengan siapa saja. Diajari tampil di depan umum: tak hanya melatih tetapi juga menyanyi dan menari poco-poco langsung oleh kawan-kawan dari Manado. MasyaAllah.
Bagi kami alumninya, LAPENKOP adalah rumah. Tempat anggotanya bagai keluarga. Hubungan yang terjalin di sana sudah bukan seperti kawan tetapi layaknya saudara. Bang Yuzri Almarhum, mantan Direkturnya, mengajarkan banyak ilmu dan wawasan pada kami. Semoga Allah mengampunkan beliau dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi Sang Maha Penyayang. Aamiin.

Ya Allah... Sungguh aku bersyukur padaMu atas setiap detik penuh warna yang kulewati. Tolong, berikan kehidupan yang lebih baik pada anak-anakku, agar mereka pun merasakan kebahagiaan dan pengalaman yang lebih indah daripada yang kudapatkan. Aamiin.

Dan malam ini kututup dengan lagu saat kami di JB dulu. Aweera Mojo dan Anuar Zein. Makin malam aku tidak mau melow-melow lagi. Kualihkan fikiran pada masakan kesukaan di sana. Di depan dapur ada bunga telang yang rajin mengembang. Dan aku ingin membuat nasi kerabu.

Semoga besok atau lusa bisa mewujudkannya.



Monday, 24 February 2020

Kepiting Saus Padang

Di rumah kami, seafood seringkali kuhindari sebab Thariq alergi. Ga tega aja kita makan sedap-sedap di depannya. Tapi karena Zaki sedang agak susah makan, hari ini aku pesan kepiting di Pak Ikan. Rencananya, Mama Bintang akan datang mengajari kami: aku dan Mama Byan untuk masak kepiting saus padang.

Instruksinya, setelah serah terima kepiting langsung masukkan freezer. Ok baiklah, tanpa kuapa-apakan kepiting dalam kresek langsung masuk ke freezer.Setelah Mama BB datang, kami pun mulai memasak. Mengupas bawang merah dan putih, membuang biji cabe dan mengupas jahe. Eh, bukan aku sih yang melakukan, tapi Mama BB hihihi.

Pokoknya aku tinggal blender bumbu yang sudah disiapkan.

Ini detailnya yaa.

15 butir bawang merah
1 bonggol besar bawang putih
7 cabe merah
3 cm jahe
1 butir bawang bombai besar, iris kasar
saus tiram
saus tomat
garam gula merica
minyak wijen

Pertama-tama, kepiting disikat sampai bersih lalu kukus segera sebelum dia sadar :D
Ngukusnya 10 menit saja. Selama ngukus kita siapkan bumbu: blender, tumis sampai harum,

Semua bumbu diblender. Tumis bersama irisan bawang bombay yang sudah ditumis lebih dulu sampai layu. Setelah wangi baru masukkan saus-saus dan garam gula merica. Masukkan kepiting, aduk2. Kocok telur dan masukkan ke wajan, aduk2 rata sampai matang. Beres dehhhh.

Selamat mencoba yaaa